Tuesday, June 20, 2017

Nge-Blog Hari Ke-13 ( Mencoba Menulis tentang Goa Jatijajar dan Kisah Cinta Terlarang )

Goa Jatijajar dan Kisah Cinta Terlarangnya

Goa Jatijajar merupakan sebuah goa yang terletak di barat daya Kebumen. Goa ini sendiri mempunyai panjang kira-kira 300 meter dari pintu masuk sampai pintu keluar goa. Goa jatijajar merupakan goa alami yang terbentuk di daerah pegunungan kapur barisan dari pegunungan seribu.
Gerbang masuk kawasan wisata Goa Jatijajar.

Saat pertama menginjakkan kaki di lokasi Goa Jatijajar, kita akan disambut dengan pemandangan pegunungan kapur yang hijau dan asri. Pintu gerbang memasuki wisata ini cukup unik, kita harus melewati sebuah goa dengan panjang lorong kurang lebih 200 meter untuk sampai ke lokasi utama kawasan Goa Jatijajar. Hamparan stalakmit dan stalaktit sangat memanjakan mata,serta udara yang sejuk khas goa juga sangat terasa ketika melalui pintu gerbang masuk wisata Goa Jatijajar.
Berlanjut menuju lokasi Goa Jatijajar. Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan alam yang asri serta ada juga kolam renang alami yang memanfaatkan air dari sumber mata air pegunungan. Barisan ratusan anak tangga juga menyambut kunjngan kita untuk sampai lokasi mulut Goa Jatijajar.
Dinosaurus, untuk menarik perhatian pengunjung, dalam perjalanan menuju mulut goa, kita akan menjumpai patung dinosaurus yang sangat besar dengan panjang sekitar 50 meter. Dari mulut dinosaurus tersebut mengeluarkan air dari sumber mata air pegunungan yang langsung mengalir ke kolam renang alami.
Mulut Goa Jatijajar.

Sampai di mulut Goa Jatijajar, kita akan disambut dengan ruangan yang cukup luas. Yang unik dari ruangan goa ini, di atas langit-langit goa dengan tinggi sekitar 20 meter terdapat banyak tulisan dengan menggunakan bahasa asing seperti bahasa inggris dan belanda mengundang perhatian kita. Tulisan tersebut berisi nama penulis, tempat asal penulis, serta tahun penulisan. Tahun tertua tertulis pada tahun 1800-an dan berada pada bagian yang sangat tinggi. Konon kabarnya, tulisan tersebut dibuat ketika tinggi lantai goa masih lumayan dekat dengan langit-langit goa.

Kisah Cinta Terlarang
Sepanjang perjalanan menyusuri goa, selain kita dimanjakan oleh ratusan stalakmit dan stalaktit yang ada di dalam goa, kita juga akan disuguhi puluhan diorama yang mengisahkan tentang perjalanan cinta terlarang Raden Kamandaka yang nama aslinya Banyak Catra yang berasal dari kerajaan Pajajaran dengan Putri Cipta Rasa seorang putri dari kerajaan Pasir Luhur.
Raden Banyak Catra dan Putri Cipta Rasa memadu kasih.

Cinta terlarang. Singkat cerita Pada suatu malam Putri Cipta Rasa mengajak Raden Banyak Catra untuk bertemu di sebuah taman. Dalam adat kerajaan zaman dahulu, hal seperti ini merupakan hal yang sangat dilarang oleh raja. Sampai akhirnya penjaga dari kerajaan Pasir Luhur melihat kejadian tersebut dan melaporkannya kepada Raja Kerajaan Pasir Luhur. Raden Banyak Catra dituduh telah melaukan hal yang tidak sepatutnya dilakukan pada Putri Cipta Rasa, sehingga Raden Banyak Catra mejadi buronan Kerajaan Pasir Luhur.
Tinggal di Goa. Karena kelelahan dikejar oleh pesuruh kerajaan Pasir Luhur, Raden Banyak Catra menemukan goa yang kemudian dia memasukinya untuk beberapa waktu sembari memulihkan tenaganya.
Raja Pasir Luhur memerintahkan untuk memburu Raden Cipta Rasa.

Pertempuran dengan adiknya. Kerajaan Pajajaran juga mengirimkan seorang putra kerajaan bernama Banyak Ngampar yang merupakan adik dari Banyak Catra untuk memburu dan membunuh kakaknya serta membawakan darah dan hatinya. Mereka berdua mempunyai kesaktian yang sama besarnya, meskipun lebih besar Banyak Catra. Adu kesaktian-pun terjadi, namun setelah bertarung, akhirnya Banyak Ngampar menyadari bahwa musuhnya merupakan kakaknya sendiri. Akhirnya pertarungan selesai tanpa ada nyawa yang hilang. Banyak Ngampar pulang membawa darah dan hati seekor anjing sebagai bukti bahwa Banyak Catra telah berhasil dibunuh. Pada akhirnya, Banyak Catra menyamar menjadi rakyat biasa dengan nama Kamandaka.


3 comments:

Sejarah said...

Sip, baru tahu saya di kebumen ada goa jatijajar

Sejarah said...

Sip, baru tahu saya di kebumen ada goa jatijajar

humam said...

iya gan, wajib berkunjung pokoknya.. :)